Elara

Rp60.000,00

Judul Buku: Elara

Nama Penulis: Syavira Irmayani

Jenis Naskah: Novel

Blurb: “Setiap malam, ada seseorang yang memanggil namaku.
Dan entah bagaimana… aku selalu bisa mendengarnya.”

Namaku Gabriella Elara Rosaline.

Tapi di dalam hati seseorang, aku hanya satu nama yang terus diulang pada langit: Elara.

Aku tidak tahu sejak kapan aku menghilang.
Tidak tahu di mana aku berada.
Tidak tahu kenapa dunia terasa seperti kabut yang tak bisa kutembus.

Yang aku tahu hanya satu hal.

Ada suara yang tidak pernah berhenti mencariku.

Suara itu milik Lunara.

Ia berbicara pada bintang.
Ia memanggilku seolah aku masih bisa menjawab.
Ia menunggu, seolah aku masih bisa pulang.

Dan yang paling aneh…

Di tempat gelap yang tidak kumengerti itu,
suara Lunara adalah satu-satunya hal yang terasa nyata.

Mungkin yang paling kuat bukanlah yang pergi.
Melainkan yang tidak pernah berhenti memanggil.

Deskripsi Buku: Greesella adalah seorang kakak yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika adiknya, Gabriella (Ella), mengalami trauma psikis berat setelah diselamatkan dari penculikan dan penyiksaan oleh orang tua kandungnya sendiri, Helena dan Axel. Novel ini mengeksplorasi perjuangan sebuah keluarga dalam menyembuhkan luka yang tak terlihat, keteguhan kasih sayang seorang saudara, dan keajaiban harapan yang melampaui logika.

Masalah bermula dari keberhasilan Devan dan Elvisya (orang tua angkat Ella) bersama kepolisian menyelamatkan Ella dari gudang gelap milik Helena dan Axel. Ella ditemukan dalam kondisi fisik yang hancur dan trauma mendalam. Meski pelaku berhasil dipenjara, luka batin Ella tidak sembuh dengan mudah. Puncaknya, setelah menyaksikan kematian tragis Helena dalam sebuah kecelakaan saat mencoba melarikan diri, Ella mengalami dissociative amnesia yang parah.
Ella kehilangan seluruh ingatannya. Ia tidak lagi mengenali Greesel, orang tuanya, bahkan identitas dirinya sendiri. Selama tiga tahun, rumah mereka diselimuti kesunyian. Ella hidup sebagai “tubuh kosong” yang tidak mengenal emosi, bahkan sering kali bersikap kasar dan ketakutan terhadap keluarganya sendiri. Di sisi lain, Greesel menolak untuk menyerah. Ia secara rutin berbicara pada langit dan bintang di balkon rumah, menganggap bintang Elara dan bulan Lunara adalah simbol ikatan mereka yang tak terputus. Greesel terus memanggil jiwa Ella pulang melalui doa dan kata-kata yang ia bisikkan setiap malam di samping adiknya yang tak merespons.
Konflik semakin intens pada ulang tahun Greesel yang ke-15 dan tahun-tahun berikutnya, di mana ia harus berjuang antara kelelahan mental menjadi kakak yang “dewasa” sendirian dan cintanya yang besar pada Ella. Di tengah keputusasaan, sebuah fenomena bintang jatuh di tepi danau menjadi titik balik spiritual bagi Greesel. Ia memohon dengan segenap jiwa agar adiknya dikembalikan.
Keajaiban terjadi tepat pada ulang tahun Ella yang ke-17. Melalui sebuah mimpi yang menghubungkan memori masa kecil mereka, Ella perlahan “mendengar” suara panggilan Greesel yang selama ini menuntunnya di kegelapan. Ella terbangun dengan kesadaran penuh, mengenali keluarganya, dan kembali menjadi sosok Ella yang ceria meskipun sedikit ceroboh.

Cerita ditutup dengan penemuan buku harian lama milik Greesel oleh Ella. Dalam buku itu, Ella membaca seluruh penderitaan dan kesetiaan Greesel selama tiga tahun ia menghilang. Ella menuliskan pesan balasan yang mengharukan di halaman kosong buku tersebut, mengakui bahwa suara Greesel-lah yang menjadi cahaya penuntunnya untuk pulang. Lunara (Greesel) dan Elara (Ella) akhirnya benar-benar bersatu, tidak lagi berkomunikasi lewat langit, melainkan berdiri berdampingan di bumi yang sama.

ISBN:

Kategori:

Judul Buku: Elara

Nama Penulis: Syavira Irmayani

Jenis Naskah: Novel

Blurb: “Setiap malam, ada seseorang yang memanggil namaku.
Dan entah bagaimana… aku selalu bisa mendengarnya.”

Namaku Gabriella Elara Rosaline.

Tapi di dalam hati seseorang, aku hanya satu nama yang terus diulang pada langit: Elara.

Aku tidak tahu sejak kapan aku menghilang.
Tidak tahu di mana aku berada.
Tidak tahu kenapa dunia terasa seperti kabut yang tak bisa kutembus.

Yang aku tahu hanya satu hal.

Ada suara yang tidak pernah berhenti mencariku.

Suara itu milik Lunara.

Ia berbicara pada bintang.
Ia memanggilku seolah aku masih bisa menjawab.
Ia menunggu, seolah aku masih bisa pulang.

Dan yang paling aneh…

Di tempat gelap yang tidak kumengerti itu,
suara Lunara adalah satu-satunya hal yang terasa nyata.

Mungkin yang paling kuat bukanlah yang pergi.
Melainkan yang tidak pernah berhenti memanggil.

Deskripsi Buku: Greesella adalah seorang kakak yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika adiknya, Gabriella (Ella), mengalami trauma psikis berat setelah diselamatkan dari penculikan dan penyiksaan oleh orang tua kandungnya sendiri, Helena dan Axel. Novel ini mengeksplorasi perjuangan sebuah keluarga dalam menyembuhkan luka yang tak terlihat, keteguhan kasih sayang seorang saudara, dan keajaiban harapan yang melampaui logika.

Masalah bermula dari keberhasilan Devan dan Elvisya (orang tua angkat Ella) bersama kepolisian menyelamatkan Ella dari gudang gelap milik Helena dan Axel. Ella ditemukan dalam kondisi fisik yang hancur dan trauma mendalam. Meski pelaku berhasil dipenjara, luka batin Ella tidak sembuh dengan mudah. Puncaknya, setelah menyaksikan kematian tragis Helena dalam sebuah kecelakaan saat mencoba melarikan diri, Ella mengalami dissociative amnesia yang parah.
Ella kehilangan seluruh ingatannya. Ia tidak lagi mengenali Greesel, orang tuanya, bahkan identitas dirinya sendiri. Selama tiga tahun, rumah mereka diselimuti kesunyian. Ella hidup sebagai “tubuh kosong” yang tidak mengenal emosi, bahkan sering kali bersikap kasar dan ketakutan terhadap keluarganya sendiri. Di sisi lain, Greesel menolak untuk menyerah. Ia secara rutin berbicara pada langit dan bintang di balkon rumah, menganggap bintang Elara dan bulan Lunara adalah simbol ikatan mereka yang tak terputus. Greesel terus memanggil jiwa Ella pulang melalui doa dan kata-kata yang ia bisikkan setiap malam di samping adiknya yang tak merespons.
Konflik semakin intens pada ulang tahun Greesel yang ke-15 dan tahun-tahun berikutnya, di mana ia harus berjuang antara kelelahan mental menjadi kakak yang “dewasa” sendirian dan cintanya yang besar pada Ella. Di tengah keputusasaan, sebuah fenomena bintang jatuh di tepi danau menjadi titik balik spiritual bagi Greesel. Ia memohon dengan segenap jiwa agar adiknya dikembalikan.
Keajaiban terjadi tepat pada ulang tahun Ella yang ke-17. Melalui sebuah mimpi yang menghubungkan memori masa kecil mereka, Ella perlahan “mendengar” suara panggilan Greesel yang selama ini menuntunnya di kegelapan. Ella terbangun dengan kesadaran penuh, mengenali keluarganya, dan kembali menjadi sosok Ella yang ceria meskipun sedikit ceroboh.

Cerita ditutup dengan penemuan buku harian lama milik Greesel oleh Ella. Dalam buku itu, Ella membaca seluruh penderitaan dan kesetiaan Greesel selama tiga tahun ia menghilang. Ella menuliskan pesan balasan yang mengharukan di halaman kosong buku tersebut, mengakui bahwa suara Greesel-lah yang menjadi cahaya penuntunnya untuk pulang. Lunara (Greesel) dan Elara (Ella) akhirnya benar-benar bersatu, tidak lagi berkomunikasi lewat langit, melainkan berdiri berdampingan di bumi yang sama.

ISBN:

Berat 200 gram
Scroll to Top