Judul Buku: RINTIK; Sebuah Sandiwara Panjang Antara Janji yang Manis dan Luka yang Tersembunyi
Nama Penulis: Deriska Lulu Salsabila
Jenis Naskah: Memoar (Kisah pribadi)
Blurb: “Seberapa jauh kau sanggup berlari, saat rumah yang kau tuju justru menjadi jeruji yang paling sunyi?”
Bagi Syabilla Aruna Syahla, diterima di Sastra Indonesia UGM adalah puncak dari segala mimpi. Namun, di antara euforia kampus biru, sebuah janji pertunangan datang terlalu dini, membawa sesosok pria bernama Diky Darmawan yang menawarkan perlindungan di balik wibawa seragamnya.
Aruna tidak pernah menduga bahwa rintik manis itu perlahan berubah menjadi badai yang menenggelamkan kewarasannya. Di balik pintu yang tertutup, ia bukan lagi mahasiswi ambisius, melainkan asisten bayangan yang tenaganya diperas untuk laporan kepolisian, sementara jiwanya dikuliti oleh manipulasi, cemburu buta, hingga pengkhianatan yang tak termaafkan.
RINTIK adalah sebuah memoar kejujuran tentang seorang gadis yang kehilangan jati diri di bawah kaki seorang manipulator. Ini adalah kisah tentang luka yang disembunyikan di balik senyum palsu, tentang bakti yang disalahgunakan, dan tentang keberanian untuk runtuh sebelum akhirnya mencoba lahir kembali.
“Sebab terkadang, melepaskan adalah satu-satunya cara agar raga tidak benar-benar menjadi debu.”
Deskripsi Buku: Syabilla Aruna Syahla, mahasiswi Sastra Indonesia UGM, mengira pertunangannya dengan Diky Darmawan, seorang anggota kepolisian, adalah awal dari kehidupan yang aman dan bahagia. Namun, apa yang bermula sebagai rintik manis perlahan berubah menjadi badai yang mencekik kewarasannya. Di balik wibawa seragamnya, Diky adalah seorang narsistik dan manipulator ulung yang secara sistematis meruntuhkan jati diri Aruna melalui kekerasan emosional, posesif yang ekstrem, hingga eksploitasi finansial.
Aruna terperangkap dalam “penjara” yang penuh sandiwara, bertahan hanya demi bakti kepada kedua orang tua dan ketakutan akan aib kegagalan. Puncaknya, di tengah krisis emosional, sebuah keegoisan Diky yang remeh mencuri sepuluh menit berharga dalam hidup Aruna—sepuluh menit yang merampas kesempatan terakhirnya untuk mendampingi Simbah, satu-satunya tempat bersandarnya, sebelum mengembuskan napas terakhir. Kehilangan itu menanamkan dendam sedingin es di hati Aruna, membuatnya hidup selayaknya mayat hidup yang terjebak di antara sisa-sisa janji palsu dan trauma yang mendalam.
“RINTIK” adalah sebuah memoar kejujuran tentang kehancuran jiwa seorang gadis di bawah kaki seorang manipulator, dan perjuangan menyakitkan untuk menemukan kembali dirinya di antara reruntuhan badai masa lalu.
ISBN:
