Judul Buku: Lunara
Nama Penulis: Syavira Irmayani
Jenis Naskah: Novel
Blurb: “Aku tidak takut gelap.
Aku hanya takut, gelapnya tak lagi ditemani cahaya kecil yang biasa menuntunku.”
—Greesella Evania Lunara
Orang bilang waktu akan membuat semuanya membaik.
Tapi waktu hanya membuatku semakin sadar… betapa besarnya ruang kosong yang ia tinggalkan.
Aku terbiasa menjadi bulan, tenang, diam, terlihat kuat.
Namun tidak ada yang pernah mengajarkanku bagaimana caranya bersinar sendirian.
Setiap malam, aku berbicara pada langit.
Memanggil nama yang tidak lagi menjawab.
Berharap suaraku cukup jauh untuk didengar oleh cahaya yang pernah membuat hidupku utuh.
“Kalau memang takdir memisahkan kami di langit yang berbeda, biarkan aku tetap memanggil namamu setiap malam, sampai suaraku sendiri berubah menjadi cahaya yang bisa kamu lihat dari sana.”
Karena yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan.
Melainkan belajar hidup… sambil terus berharap seseorang yang kamu tunggu masih menemukan jalan pulang.
Deskripsi Buku: Greesella Evania Lunara (Greesel) lahir dari sebuah tragedi kelam yang nyaris menghancurkan hidup ibunya, Elvisya. Tumbuh sebagai anak dari korban kekerasan dan paksaan.
Greesel hanya memiliki Elvisya sebagai dunianya. Namun, semesta bekerja dengan cara yang misterius. Pertemuan tidak sengaja antara Elvisya dan seorang ayah tunggal muda bernama Devan di sebuah rumah sakit, mengubah segalanya.
Devan membawa bayi perempuannya, Gabriella Elara (Ella), yang hanya terpaut tujuh bulan dari Greesel. Ella adalah bidadari kecil yang ditinggalkan oleh ibu kandungnya demi harta. Dari sebuah kesepakatan sederhana, Elvisya menjadi pengasuh Ella, dua keluarga yang retak ini perlahan menyatu. Devan dan Elvisya akhirnya memutuskan untuk membangun satu atap yang sama, membesarkan Greesel dan Ella sebagai kakak-beradik kandung tanpa pernah mengungkap rahasia di balik darah mereka.
Selama empat belas tahun, Greesel dan Ella menjadi tak terpisahkan. Layaknya Rembulan (Lunara) dan Bintang (Elara), mereka selalu bersinar berdampingan di langit yang sama. Mereka adalah rumah, sahabat, dan belahan jiwa bagi satu sama lain. Bagi mereka, dunia cukup berisi mereka berdua.
Namun, kedamaian itu runtuh saat Helena, ibu kandung Ella, muncul kembali setelah empat belas tahun menghilang. Dengan manipulasi dan ego, Helena berusaha merebut Ella kembali. Rahasia besar pun terbongkar: Greesel dan Ella tahu bahwa mereka tidak memiliki ikatan darah sama sekali.
Konflik memuncak saat Ella yang labil termakan rayuan Helena dan mulai memberontak. Ella merasa dikhianati karena dijauhkan dari ibu kandungnya, hingga ia tega membentak Elvisya, ibu yang telah merawatnya dengan kasih sayang penuh meski tak melahirkannya. Greesel, yang tidak terima melihat ibunya dihina dan disebut jahat, meledak dalam amarah. Pertengkaran hebat pecah di antara dua bidadari langit ini.
Ella memilih mengurung diri dan menutup pintu hatinya rapat-rapat, sementara Greesel tenggelam dalam kekecewaan mendalam. Rumah yang dulunya hangat kini mencekam dan dingin. Lunara berakhir pada titik nadir di mana Rembulan dan Bintang tak lagi bersinar di langit yang sama. Jarak yang tercipta di antara mereka menjadi luka baru yang belum menemui penawar, meninggalkan pertanyaan besar: Apakah cinta yang dipilih tetap akan menang melawan ikatan darah yang dipaksakan?
Kisah ini akan bersambung pada buku kedua: Elara.
ISBN:
